Tulisan saya adalah Pikiran saya Silakan dibaca
JEJAK LANGKAH

3 Mei 2011

MIFEE (Merauke Integrated Food and Energy Estate)

MIFEE (Merauke Integrated Food and Energy Estate) berkah atau kutuk selama ini menjadi pertanyaan masyarakat Papua. Isu ini ditanggapi oleh Gubernur Papua Barnabas Suebu dalam pidato pelantikan Romanus Mbaraka sebagai Bupati Merauke dan Soenaryo sebagai wakil bupati pada 8 Januari lalu.

MIFEE akan mengarap hutan dan kebun masyarakat Merauke seluas 2,5 juta hektar dengan perusahaan yang telah beroperasi aktif sampai dengan tahun 2010 berjumlah dengan 13 perusahaan. Menurut ...., mereka bikin investasi sebesar Rp 18.1 milyar.

Dari 13 perusahaan, 10 memakai jalur penanaman modal internasional sedangkan sisanya memakai modal Indonesia.

Arnold Pakage.Barnabas Suebu menyatakan, “MIFEE akan berjalan dan harus masuk ... kita tidak boleh kuatir tentang isue-isue apakah dengan masuknya MIFEE Masyarakat asli akan tersingkir karena semua akan didorong dengan pelatihan –pelatihan,dan pengembangan SDM."

Suebu juga menegaskan pentingnya persatuan dan perdamaian, serta meminta pasangan kepala daerah terpilih untuk tetap komitmen pada kepentingan masyarakat.

Pidato Suebu seakan hendak menjawab kampanye Solidaritas Orang Papua Tolak MIFEE (SORPATOM).

SORPATOM menilai mega proyek MIFEE di tanah datar Merauke itu akan merusak kelestarian hutan dan tatanan masyarakat adat Marind, selaku pemilik ulayat. “Kita tetap menolak proyek MIFEE. Lahan itu bukan tak bertuan,” kata Thomas Tonggap dari SORPATOM.

Arnold Pakage.Guna dan pentingnya minyak yang dihasilkan oleh kelapa sawit sangat dibutuhkan dalam kebutuhan sehari-hari di dunia ,hal ini menyebabkan adanya tekanan kepentingan  oleh para investor dan pemerintah untuk membuka lahan-lahan perkebunan kelapa sawit baik kolporasi dan non-kolporasi di Indonesia.
Untuk saat ini Penghasil terbesar minyak sawit di Indonesia   seluas 8 juta hektar atau 70% luas dari perkebunan sawit di seluruh dunia  , sementara 30%nya dihasilkan oleh Negara-negara lain ,jumlah kesuluruhan perkebunan sawit  di dunia yang tercatat sampai bulan april ini seluas  12 juta hektar.

Perkebunan sawit di Indonesia tidak hanya dikuasai oleh pengusaha atau para investor namun para pemimpin-pemimpin daerahpun menjadi peguasa perkebunan sawit seperti di Kabupaten Tapanuli tengah perkebunan sawit  yang dilindungi oleh mantan Bupati L.tobing  sedangkan pemilik perkebunan sawitnya adalah Anum siregar ipar dari presiden Susilo Bambang Yhudiono.
Perkebunan sawit di Indonesia tidak juga dikuasai oleh pemerintah dan pengusaha saja namun ada juga pihak Gereja-gereja yang membuka lahan perkebunan sawit yaitu Gereja Katolik di  Sumatra utara yang didukung oleh Pastor Rantinus manurung pemilik perkebunannya yaitu  cendikiyawan orang katolik  Steven Nauli  yang membuka dan menguasai lahan perkebunan sawit seluas 600 hektar, sedangkan gereja batak atau HKBP menguasai 600 ribu hektar di Sumatra dan Riau.

 Pembukaan lahan sawit di Indonesia  telah mengakibatkan ancaman hilangnya keanekaragaman hayati dari ekosistem hutan .  Disamping itu praktek konversi hutan alam untuk pengembangan areal perkebunan kelapa sawit ,kekeringan air sungai dan pencemaran air yang dihasilkan sawit ,Pengaruh perkebunan sawit juga berpengaruh pada pemanasan global karena perkebunan sawit bukan Hutan atau puhon-pohon yang bisa menghasilkan oksigen namun pohon sawit  menghasilkan karbon monoksida yang berpengaruh pada lapisan atmosfer .

 Perkebunan Sawit di Indonesia juga sangat mengancam hak hidup bagi Masyarakat Papua asli ,pemaksaan pembukaan lahan perkebunan sawit yang dilakukan oleh aparat keamanan sering terjadi di Papua pembukaan lahan secara paksa tanpa ada ijin masyarakat pemilik wilayat mengakibatkan tersingkirnya nilai-nilai budaya Papua pergusuran tanah-tanah adat dan berkurangnya lahan perkebunan Masyarakat yang hidupnya masih bergantung pada Alam ,struktur unsur hara berkurang dengan ditanamnya pohon-pohon sawit dan juga Masyarakat setempat menjadi buruh pekerja kasar yang penghasilan atau gaji yang didapat sangat tidak sesuai dengan berat pekerjaan yang dikerjakan.

Kekerasan Militer juga sangat sering terjadi di Papua kekerasan yang terjadi akibat Masyarakat sebagai pemilik hak wilayat berbicara dan meminta haknya agar bisa diperhatikan lebih baik .
 tuduhan dari Militer yang menjaga Perkebunan Sawit terhadap Masyarakat yang mau melakukan aktivitas kebiasaan  mereka untuk berburuh di hutan dengan membawa busur anak panah serta parang  menjadi alasan penuduhan  OPM .

Kurang lebih lima tahun belakang ini mulai dari Papua diberlakukan Otonomi Khusus oleh Pemerintah pusat ,Papua mendapat 58 ijin resmi  loging kampanye yaitu ijin maining paling besar di wilayah yang sedang ditambang Oleh PT.Free Port .sementara Untuk  Papua ada tujuh wilayah hutan exploitasi  dan 9 juta hektar hutan alam akan dikonfersi menjadi perkebunan  sawit misalnya di Kabupaten Kerom  ada Perkebunan Sawit yang dimiliki oleh PT.Raja wali Group seluas 26 ribun hektar.
selain Raja wali Group di Kerom Pemerintah Indonesia sedang membuka 1,2 juta hektar untuk perkebunan MIFEE (Merauke Integrated Food and Energy Estate) dengan 32 Perusahan yang sudah terkontrak ,6  dari 32 Perusahan sudah beroprasi Salah satunya adalah PT.Medco milik Arifin Panogoro.
Dengan dibukanya MIFEE ini pihak pemerintah Indonesia akan mendatangkan 4 juta pekerja perkebunan dari luar Papua , pengaruh jumlah pekerja yang akan didatangkan dari luar ini akan sangat mengancam jumlah Masyarakat Papua yang secara keseluruhan berjumlah 4 juta jiwa terlebih kusus  bagi Orang asli Papua yang kini jumlahnuya 2,8 juta jiwa.

Untuk daerah Papua dan Kalimantan sudah direncanakan luas wilayah perkrbunan sawit  seluas empat juta hektar dengan didukung oleh  UU No 18 tahun 2004 dan Peraturan Mentri Pertanian No 26 Tahun 2007 akan dibuka wilayah maksimum yang seharusnya 20 ribu hektar menjadi 100 ribu hektar dengan  16 Perusahan dari Malaysia.

Pengaruh kelapa Perkebunan Kelapa sawit di Indonesia juga akan mengakibatkan pemilik tanah menjadi buruh kasar dan tanah adat ditrans formasikan menjadi perkebunan sawit.

Negara harus memberi perlindungan kepada Masyarakatnta namun sebaliknya Negara dalam arti aparat keamanan sering menjadi pengawal kepentingan Investor.








22 Apr 2011

Empat Mahasiwa Papua Keracunan Makanan



Arnold Pakage .Empat Mahasiswa asal Papua keracunan Makanan.Elias Bidau Pigome ,Kendy Edowai FransTomoki dan Dominika Baddi harus dirawat  di Rumah sakit Sumber waras Jakarta Barat .

Keracunan terjadi akibat Tomoki membeli lauk ikan untuk makan siang di warung  yang bersebelahan dengan Kontrakan mereka  di Grogol Jakarta Barat.tomoki dan Kendy yang pertama kali menyantap ikan merasa rasa ikan sangat asin,karena itu Tomoki mengelu dengan rasa ikan yang asin Elias dan Dominika menyantapi untuk rasa apakah asin .

Pada pukul 17:32 Tomoki dan Kendy ke rumah sakit akibat merasa panas dan pusiang  hal serupa juga dirasakan oleh Elias dan Dominika yang sedang mengikuti Misa Jumat Agung di Gereja katolik St. Kristo Forus Grogol,akibat tidak tahan dengan pusiang elias dan Dominika  dan menyusul Tomoki dan Kendy ,keempatMahasiswa  dirawat di Rumah sakit Sumber Waras selama 8 jam.

18 Apr 2011

DIALONG JAKARTA -PAPUA


Untuk menyelesaikan konflik yang terjadi di Papua Lembaga Ilmu Penilitian Indonesia (LIPI)membentuk tim yang dipimpin oleh Muridan S.Widjojo untuk melakukan penilitian,berdasarkan hasil penilitian selama tiga tahun LIPI berhasil mendefinisikan tiga pokok utama persoalan Papua Jakarta yaitu Sejarah Poitik Papua,Marjilinisasi,dan pembangunan yang tidak merata.

Dengan tiga pokok  utama konflik Jakarta Papua LIPI menyatakan Pemerintah Indonesia dan Orang Papua harus berdialong .

Konsep dialong yang dibangun oleh LIPI dalam buku Rod Map sebelumnya sudah terjadi pada tahun 2000 melalui jalur Tim seratus (DPP Dewan perwakilan Papua )yang dipimpin oleh Alm Thesy Eluway,datang ke Jakarta dan bertemu  Pemerintah Indonesia semasa Presiden Bj Habibie, hasil dialong tersebut menghasilkan Otonomi Khusus yang dilandaskan oleh UU Otinomi Khusus No 21 tahun 2000.

Untuk meluruskan konsep dilong yang dibuat oleh LIPI  Pastor Neles Tebay mengembangkan konsep dialong lewat Bukunya yang berjudul  dialong Jakarta –Papua.

Buku setebal 52 halaman yang dibagi dalam 15 tahapan dialong ini ,Neles Tebay juga  mengembangkan Opini dialong  untuk melibatkan orang ketiga sebagai fasilitator.

Konsep dalong yang dikembangkan Neles Tebay itu agar Persoalan Jakarta -Papua dapat diselesaikan dengan jalan damai  ,bagai mana munkin konflik Papua dapat diselesaikan sementara moto yang dipeganag oleh Indonesia adalah NKRI harga mati dan Organisasi-Organisasi Papua merdeka dan Tentara Pembebeasan nasional Papua barat  adalah Merdeka Harga Mati.

Kedua moto ini ibaratnya kabel aliran listrik negative dan positif yang jika bertemu akan ada koslet,hal ini tidak akan usai sampai dunia kiamat.

Sesuai hasil penilitian yang telah dilakukan oleh LIPI bahwa hal yang akan dibicarakan dalam dialong yang sedang dan dikembangkan oleh Neles Tebay adalah Sejarah politik Papua,Kemarjilinasian orang Papua dan pembagunan yang tertinggal.

Dalam buku Dialong Jakarta-Papua halaman 19 Pastor Neles Tebay menegaskan dalam dialong soal Papua merdeka tidak akan dibahas melainkan  tiga pokok utama persoalan yang telah dikaji oleh LIPI Lembaga Ilmu Penilitian Indonesia yaitu tentang Sejarah politik Papua,kemarjilinisasian dan pembagunan yang tidak merata.

Berbicara tentang sejarah poitik Papua hampir keseluruhan sudah dikaji dalam buku yang ditulis oleh P.J Drooglever  yang berjudul Tindakan Piihan Bebas.

Konsep Dialong yang dibangun oleh Pastor Neles Tebay ini tidak akan membawa ancaman baik ke pada pihak Pemerintah Indonesia dan Orang Papua,sebab dalam dialong ini moto dari kedua kubu tidak akan disingung NKRI harga mati dan Merdeka harga mati.

Pemerintah Indonesia sudah harus membuka pintu dialong itu jika memang dalam tiga pokok persoalanan Papua ini,Pemerintah Indonesia tidak pernah curang  dan lalai.


                                                                                                                                  Arnold Pakage