Tulisan saya adalah Pikiran saya Silakan dibaca
JEJAK LANGKAH

18 Mei 2011

Ulah Malaikat Pencabut Nyawa.

Arnold Pakage 14-mei-2011 ,pukul 21:00 waktu Papua .Kebenaran dan keadilan tidak berlaku bagi malakikat pencabut nyawa Masyarakat Papua.Malaikat pencabut nyawa alis petugas keamanan Negara sangat alergi jika mendengar ungkapan hak orang Papua, hal ini terjadi Pada Derek Adii pemuda 26 tahun yang mati dibunuh oleh oknum TNI Batalion 753 Nabire di Pelabuhan Samabusa.Derek Adii mati dibunuh karena ulah Oknum TNI yang tidak bermoral dan tidak berpindidikan tinggi, bagai mana mau tau Hukum jika Pendidikan terakir SMA dan SMP membacapun belum bisa pastinya.

Kematian Derek berawal dari penumpang dan pengantar KM.Labobar yang sangat berdesak-desakan mau masuk melalui tangga ,di tengah desaknya penumpang ada anak kecil yang menangis melihat hal ini Derek Adii meminta Aparat TNI yang sedang bertugas agar bisa mengatur dengan lebih baik,mendengar saran derek Aparat TNI tidak terima dan menegurnya dengan keras “bukan kamu yang atur kita kita yang atur kamu”Derek langsung dipukul dan dikeroyok oleh lima Aparat TNI ,salah satu dari kelima Aparat TNI lansung mencabut Sangkur dan menikam alis mata ,luka tikaman yang dalam memanjang dari alis sampai telinga pelaku penikam adalah tetangga Derek Adii di Manokwari (Hans Aru).

Derek jatuh mati seketika ,Jasatnya dibuang ke dalam air tepat di pertengahan dermaga dan badan kapal,Para saksi-saksi yang langsung melihat dikejar dan dibubarkan oleh TNI yang mengkeroyok Derek.

Mayat derek tidak diefakuasi langsung keesokan harinya barulah Masyarakat yang mengefakuasi Mayatnya ke RSUD Siriwini.

Otak kecil derek hancur,Derek Adii sebelum mati sudah diterima sebagi Pegawai Negri Sipil di Kabupaten Deiyai ,menurut Kapendam XVII Cendrawasih ‘’Derek mabuk dan membuat onar di atas Kapal Derek sempat di tegur oleh anggota TNI namun derek melawan dan berkelahi dengan anggota TNI ,untuk membela diri anggota kami langsung menikam Derek dengan Sangkur,berbeda dengan saksi sekaligus orang tua korban”Derek tidak Mabuk dan tidak tau mabuk kerjanya Cuma bantu saya mamanya,kami jualan buah dari Manokwari di sini,jualan kami habis maka dari itu kami mau pulang ke Manokwari tapi Derek sudah dapat bunuh.

Fakta dibuat menjadi rekayasa apa yang susah bagi Malaikat pencabut Nyawa,Kematian derek masih diusut oleh pihak keamanan ,Orang tua korban meminta agar pelaku diusut dan diperlakukan sesuai dengan undang-undang yang berlaku di Indonesia.
Jenaza Derek sudah di bawa dari Nabire ke Manokwari dengan mengunakan pesawat Susi air ,Jenaza derek dijemput oleh ratusan Masyrakat Kota Manokwari .

Kenangan Pelatihan Narasi


Setelah mengirim lamaran yang dilampiri dengan dua buah tulisan yang berjudul money laundry dan Pro dan Kontra otonomi Khusus bagi Papua ,Saat Presiden SBY,bekunjung ke Papua guna membuka temu Badan Eksekutuiv Mahasiswa Se-Nusantara Di Universitas Cendhrawasih.

3 Mei 2011

IPWP


Arnold Pakage. Pemberontakan bersenjata, meskipun bertingkat rendah dan sporadis, merupakan masalah yang terus menerus muncul dan mengganggu pemerintah Indonesia. Banyak orang dalam Pemerintah nasional dan angkatan bersenjata melihat Papua sebagai salah satu faktor yang mengancam integritas keseluruhan wilayah Indonesia. 

Pada tanggal 17 bulan November 2006 kelompok-kelompok bersenjata di wilayah Papua berkumpul di bawah kerangka sebuah payung kesatuan untuk mengadakan Kongres Pertama Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPN-PB). Dalam pertemuan ini TPN-PB memperbaharui komitmen TPN-PB untuk "mempersiapkan diri untuk perang melawan penjajahan
Papua senantiasa  menjadi “masalah” dan “gangguan” bagi stabilitas keamanan dan politik Indonesia , Oleh karenanya mayoritas rakyat Indonesia bersikap apatis, dalam rangka usaha mencari solusi penyelesaian berbagai konflik sosial politik di Papua Barat secara bermartabat. Bahkan masalah ini luput dari perhatian dan kepedulian apalagi simpati dan empati, atas masalah yang dihadapi Papua Barat oleh indonesia.
Pembentukan Kaukus Parlemen Internasional yang mendukung upaya kemerdekaan dan pemisahan diri Papua Barat dari NKRI, membuat Pemerintah dan DPR-RI menjadi terkejut. Upaya pihak asing (pendukung gerakan Papua) yang mensponsori kampanye itu dilakukan anggota parlemen Inggris Andrew Smith dan Lord Harries yang membentuk International Parlementarians for West Papua.

 Hal yang menjadi pendirian Adrew Smith, Lord Harris dan Caroline Lucas dan beberapa anggota Parlemen bahwa “Masa depan rakyat dan Bangsa Papua Barat harus dibicarakan pada tanggal 15 Oktober 2008 di London melalui Peluncuran Parlemen Internasional pertama kalinya”..
 
Salah satu langkah stategis awal tahun 2010 yaitu dengan perluasan keanggotaan Internasional parlamenter for west Papua di Bursseles  Belgia langkah ini dijalankan oleh IPWP (Beny Wenda ) yang telah bekerja sama dengan Parlamen Inggris.

Komite Nasional Papua Barat (KNPB ) mendukung kegiatan pelucuran IPWP di Belgia dengan alasan dengan kegiatan  itu, akan akan hadir  Negara-Negara pendukung di uni Eropa, Asia Pasifik Non Government Organization (NGO) 

Anggota Parlemen Inggris dan House of Lords Inggris seperti Addrew Smith, Lord Harris (Revd. Bishop Richard Harries), dan Ibu Dr. Caroline Lukas anggota Parlemen Uni Eropa secara aktif dan terus-menerus mendesak Pemerintah mereka di London untuk mendukung Perjuangan Rakyat Papua Barat mengenai Hak Penentuan Nasib Sendiri (the Rigth to Self Determination).

MIFEE (Merauke Integrated Food and Energy Estate)

MIFEE (Merauke Integrated Food and Energy Estate) berkah atau kutuk selama ini menjadi pertanyaan masyarakat Papua. Isu ini ditanggapi oleh Gubernur Papua Barnabas Suebu dalam pidato pelantikan Romanus Mbaraka sebagai Bupati Merauke dan Soenaryo sebagai wakil bupati pada 8 Januari lalu.

MIFEE akan mengarap hutan dan kebun masyarakat Merauke seluas 2,5 juta hektar dengan perusahaan yang telah beroperasi aktif sampai dengan tahun 2010 berjumlah dengan 13 perusahaan. Menurut ...., mereka bikin investasi sebesar Rp 18.1 milyar.

Dari 13 perusahaan, 10 memakai jalur penanaman modal internasional sedangkan sisanya memakai modal Indonesia.

Arnold Pakage.Barnabas Suebu menyatakan, “MIFEE akan berjalan dan harus masuk ... kita tidak boleh kuatir tentang isue-isue apakah dengan masuknya MIFEE Masyarakat asli akan tersingkir karena semua akan didorong dengan pelatihan –pelatihan,dan pengembangan SDM."

Suebu juga menegaskan pentingnya persatuan dan perdamaian, serta meminta pasangan kepala daerah terpilih untuk tetap komitmen pada kepentingan masyarakat.

Pidato Suebu seakan hendak menjawab kampanye Solidaritas Orang Papua Tolak MIFEE (SORPATOM).

SORPATOM menilai mega proyek MIFEE di tanah datar Merauke itu akan merusak kelestarian hutan dan tatanan masyarakat adat Marind, selaku pemilik ulayat. “Kita tetap menolak proyek MIFEE. Lahan itu bukan tak bertuan,” kata Thomas Tonggap dari SORPATOM.